Radikal Bebas Pemicu Banyak Penyakit

      No Comments on Radikal Bebas Pemicu Banyak Penyakit

Radikal Bebas Pemicu Banyak Penyakit

Apa itu Radikal Bebas
Radikal bebas adalah atom yang memiliki elektron bebas atau elektron yang tidak berpasangan. Elektron yang tidak berpasangan tersebut bersifat tidak stabil dan reaktif sehingga bersifat liar dan mudah menarik molekul lain yang ada di sekitarnya. Ikatan tersebut menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Jika teroksidasi, radikal bebas akan menyebabkan terbentuknya molekul baru yang dapat merusak sel-sel di tubuh.
radikal bebas
Dalam kapasitas normal, radikal bebas juga memiliki efek baik untuk tubuh. Keberadaannya diperlukan untuk melawan peradangan, membunuh kuman jahat penyebab penyakit, detoksifikasi racun xenobiotik, proses sintesis organik kompleks, polimerisasi dinding sel, serta untuk mengendalikan tonus-tonus otot polos pada pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh. Namun, jika berlebihan maka keberadaannya merupakan ancaman karena akan mengganggu keseimbangan mekanisme yang bekerja di dalam tubuh.
Setiap saat tubuh terpapar oleh radikal bebas, baik yang dihasilkan sendiri oleh tubuh, dari makanan yang dikonsumsi, dan dari lingkungan sekitar. Radikal bebas yang dihasilkan oleh tubuh secara alami disebut radikal bebas endogen, sedangkan yang berasal dari luar tubuh disebut radikal bebas eksogen.

Radikal bebas endogen berasal dari proses biokimia yang berlangsung secara intraselular dan ekstraselular secara terus menerus sepanjang hidup. Sedangkan radikal bebas eksogen berasal dari polutan yang ada di udara, air, makanan, obat-obatan, serta zat kimiawi lainnya. Benda-benda yang kita gunakan sehari-haripun berpotensi menjadi sumber radikal bebas.

sumber radikal bebas

Baik radikal bebas eksogen maupun radikal bebas endogen keduanya merupakan “provokator” yang mengganggu kesehatan. Radikal bebas dapat diibaratkan sebagai karat yang menggerogoti sel tubuh kita, bahkan merusak keutuhan genetika (DNA) sel yang merupakan blue print tubuh makhluk hidup termasuk manusia. Pengaruh radikal bebas terhadap tubuh sulit terdeteksi namun secara perlahan menimbulkan dampak yang luas terhadap kesehatan.

Dampak yang ditimbulkan oleh radikal bebas sangat beragam, mulai dari gangguan kesehatan tersamar yang tidak dirasakan gejalanya hingga penyakit berbahaya. Radikal bebas adalah pemicu berbagai macam penyakit degeneratif dan penyakit non-infeksius lainnya. Setidaknya ada lebih dari 50 jenis penyakit yang disebabkan oleh efek buruk radikal bebas. Penyakit-penyakit tersebut antara lain : asma, arthritis, AIDS, anemia, hipertensi, kanker, lupus, peradangan otak, Parkinson, jantung koroner, dan sebagainya. Namun dewasa ini, banyak peneliti patologi modern yang mulai menduga bahwa beberapa penyakit infeksi juga diawali oleh paparan radikal bebas.

radikal bebas

Dampak buruk radikal bebas hanya bisa dilawan oleh antioksidan, yaitu senyawa pereduksi yang dapat mencegah oksidasi suatu molekul menjadi radikal bebas atau menghentikan reaksi berantai radikal bebas, agar tidak merusak sistem yang bekerja di dalam tubuh. Satu-satunya cara untuk menjinakkan bahaya radikal bebas yang memapar tubuh adalah dengan menyediakan antioksidan yang memadai untuk melawannya.

antioksidan
Cara Kerja Antioksidan Radikal bebas yang terbentuk selama oksidasi berada dalam keadaan yang sangat tidak stabil sehingga memiliki kecenderungan melepaskan elektron atau menyerap elektron dari sel. Setiap kali sebuah elektron dilepaskan atau ditangkap oleh radikal bebas, maka akan terbentuk radikal bebas yang baru. Radikal bebas yang baru terbentuk akan terus melakukan hal yang sama. Dengan cara ini, rantai radikal bebas tercipta. Jika kondisi ini terus terjadi dalam waktu yang lama, sel tubuh akan menjadi rusak. Antioksidan seperti beta karoten, vitamin C, dan vitamin E membantu mengubah radikal bebas yang tidak stabil ke dalam bentuk yang stabil. Artinya, rantai radikal bebas akan terhenti sehingga menghentikan pula proses oksidasi. Suatu jenis antioksidan umumnya hanya efektif pada radikal bebas jenis tertentu. Itu sebab, pada radikal bebas yang berlainan, suatu antioksidan mungkin tidak akan menunjukkan efek yang diinginkan. Sumber Antioksidan Terdapat beberapa ribu jenis antioksidan yang ditemukan dalam berbagai makanan nabati. Masing-masing dari antioksidan tersebut memiliki fungsi dan mekanisme sendiri. Vitamin E, vitamin C, selenium, dan beta karoten adalah beberapa antioksidan yang paling dikenal. Antioksidan tersebut sering disebut juga sebagai agen anti-penuaan karena membantu menjaga kulit tetap tampak muda. Tubuh perlu mendapatkan asupan antioksidan terus-menerus. Selain dari makanan, suplemen juga dianggap bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan antioksidan. Namun beberapa studi menemukan bahwa suplemen seringkali tidak mengandung keseimbangan yang tepat dari vitamin, mineral, dan enzim sebagaimana yang dapat diperoleh dari buah-buahan atau sayuran. Oleh karena itu, antioksidan terbaik tetap harus didapatkan dari buah-buahan dan sayuran yang berwarna cerah. Makanan tinggi antioksidan termasuk diantaranya bit, wortel, bayam, brokoli, tomat, ceri, anggur merah, dan biji-bijian. Terlepas dari efek anti-penuaan, antioksidan juga memainkan peran penting dalam mencegah risiko beberapa penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, penyakit Alzheimer, rheumatoid arthritis dll.
Sumber : Lingga, L. 2012. The Healing Power of Antioxidant. Jakarta : Elex Media Komputindo

Harga Hydrogen Fontaine Rp. 3,3 Juta anda langsung jadi member LWG Gratis

Distributor Resmi Live Well Global Jakarta-Fontaine, Esteau & Rejuve Crystal:  Awan 08778.222.0992 (WA/Telp/SMS)

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *